Senin (5/10/2026) bertempat di ruang kelas V SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu, dilaksanakan kegiatan Seminar Transformasi Kepemimpinan Sekolah dan Transformasi Pembelajaran yang menghadirkan Kepala SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu, Miswanto, S.Ag., M.Pd.H. dan guru kelas II, Chusnul Chotimah, S.Pd., sebagai narasumber berbagi praktik baik. Kegiatan seminar ini dilaksanakan berdasarkan SK Kepala SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu Nomor: 420/181/35.79.401.01.034/2026 tanggal 2 Oktober 2026 tentang Penyelenggaraan Seminar Transformasi Kepemimpinan Sekolah dan Transformasi Pembelajaran.
Dasar pelaksanaan seminar tersebut adalah Surat dari Plt. Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 2633/B/B7.4/GT.02.00/2026 tanggal 30 Agustus 2026 perihal Undangan Peserta Pelatihan Berdiferensiasi dan Berkarakter (PENDEKAR) Moda Daring Batch 2 Tahap 1 di mana Miswanto dan Chusnul Chotimah menjadi salah satu peserta yang telah menyelesaikan PENDEKAR dan Surat dari Plt. Kepala BBGTK Provinsi Jawa Timur nomor: 2865/B/B7.4/GT.03.00/2026 tanggal 13 September 2026 perihal Pemanggilan Peserta Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kota Batu APBD Tahun 2026, di mana Miswanto juga telah menyelesaikan pelatihan BCKS. Dari kedua pelatihan tersebut, ada tugas yang harus diselesaikan, yaitu pengimbasan dan rencana tindak lanjut.
Dalam pengimbasan dan rencana tindak lanjut tersebut, Miswanto mengambil proyek transformasi kepemimpinan sekolah dengan judul “Peningkatan Keaktifan dan Kedisiplinan Murid melalui Student Handbook di SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu”. Sementara itu Chusnul Chotimah mengambil proyek transformasi pembelajaran berjudul “Merancang Kelas Bermakna melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam”.
Seminar ini dihadiri oleh Pengawas Pembina, Nur Samsul Ma’arif, S.Pd., Ketua Kelompok Kerja Gugus Sekolah III Kecamatan Batu yang juga Kepala SD Negeri Songgokerto 01 Batu, Muliati, S.Pd., para guru dan tenaga kependidikan dari SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu dan SD Negeri Songgokerto 01 Batu.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Seminar, Irfan Nurcholis, S.Pd. menyampaikan terima kasih kepada Pengawas, Ketua Guslah III, Kepala Sekolah, dan seluruh peserta yang hadir pada acara tersebut. Irfan juga mengajak kepada seluruh peserta untuk ikut memberikan masukan konstruktif terhadap rancangan proyek yang akan ditransformasikan.
Ketua Guslah III, Muliati, S.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Bahkan Kepala SD Negeri Songgokerto ini sempat menulis dan membacakan sebuah sajak atas pelaksanaan acara tersebut.
Sementara itu, Pengawas Pembina Guslah III Kecamatan Batu, Nur Samsul Ma’arif dalam sambutannya mengajak kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang hadir untuk terus belajar. “Melalui kesempatan berbagai praktik baik seperti ini, pengetahuan kita akan serasa di-charge kembali”, pungkasnya.
Selanjutnya pada acara paparan presentasi yang pertama tentang peningkatan keaktifan dan kedisiplinan murid melalui Student Handbook, Miswanto mengatakan bahwa munculnya ide transformasi kepemimpinan sekolah dalam bentuk pemanfaatan Student Handbook ini didasari oleh menurunnya tingkat kedisiplinan murid dalam pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, kokurikuler, dan program-program unggulan Pesat Batu.
“Kami sekolah negeri yang kecil ini sepertinya akan kesulitan untuk membangun gedung mewah untuk sekolah, tetapi kami bisa membangun jiwa-jiwa yang berkarakter. Kualitas sekolah tidak diukur dari tingginya pilar gedung, melainkan dari tingginya cita-cita dan budi pekerti yang tumbuh di dalam ruang-ruang kelas,” kata Miswanto menyemangati seluruh peserta yang hadir.
Student Handbook yang merupakan proyek transformasi tersebut sudah terintegrasi dengan Jurnal KAIH, jurnal kegiatan, agenda, catatan khusus, catatan pelanggaran, mekanisme alur pembinaan yang menggunakan pendekatan disiplin positif, dan program-program sekolah. Intinya Student Handbook ini merupakan paket lengkap untuk pegangan murid di SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu. “Ini sudah all in one dan berlaku selama 6 tahun, selain itu orang tua bisa mencetaknya sendiri”, tegas Miswanto.
Paparan yang kedua terkait merancang kelas bermakna melalui pendekatan pembelajaran mendalam, yang disampaikan oleh Chusnul Chotimah. Dalam praktik baiknya Chusnul bahkan mencontohkan dengan pembelajaran membuat pepes ikan yang bisa diterapkan dengan kerangka 8-3-3-4 Pembelajaran Mendalam. Chusnul yang sudah mendapatkan Jurus Pedagogi dalam PENDEKAR itu juga mengajak peserta untuk bisa menerapkan Pembelajaran Mendalam dengan kerangka yang sederhana dan tidak ribet.
Di sesi tanya jawab, Rima Setiyawati, S.Pd.SD. yang juga Guru dari SD Negeri Songgokerto 01 Batu menanyakan 3 pertanyaan sekaligus kepada Miswanto terkait implementasi Student Handbook, bagaimana menciptakan kolaborasi bersama orang tua untuk menguatkan karakter anak, dan keberlanjutannya. “Student Handbook yang ada di SD Negeri Pesanggrahan 01 Batu ini sudah melalui kajian mendalam dan implementasinya menggunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time bound). Oleh karena itu, diharapkan Student Handbook ini akan memberikan dampak nyata”, kata Miswanto di sela-sela memberikan jawaban pertanyaan tersebut.
Acara berlangsung gayeng hingga tidak terasa sudah lewat 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan oleh Panitia. Sederhana namun bermakna dan harapannya berdampak nyata, itulah catatan dari Seminar Transformasi Kepemimpinan Sekolah dan Transformasi Pembelajaran yang menyambut para lulusan BCKS dan PENDEKAR dari BBGTK Provinsi Jawa Timur.
